11 Desember 2010

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA : PENDIDIKAN SEKS PRANIKAH

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA : PENDIDIKAN SEKS PRANIKAH

Metode : Diskusi Kelompok

Di Ruang Lokal VI Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya

Disusun Oleh :

1. Diah Agustianingrum
2. Ewing Firmadani Prastiti
3. Irma Sari Fitriana {P27824109059}
4. Reza Munica
5. Wiwit Putri Indah Nastiti

Non Reguler / Semester III


KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

PRODI KEBIDANAN SUTOMO SURABAYA

2010-2011


SATUAN ACARA PENYULUHAN


Topik : Pendidikan Seks Pranikah

Sasaran : Mahasiswa Kebidanan Sutomo - Surabaya

Hari/Tgl :

Waktu : 30 menit

Tempat : Ruang Kuliah Kebidanan Sutomo - Surabaya

I. Analisis Situasi

1.1 Peserta diskusi : Mahasiswa Kebidanan Sutomo di Ruang Kuliah Kebidanan Sutomo – Surabaya

1.2 Ruangan Diskusi : 8x6 m dengan penerangan cukup

1.3 Pemberi Materi : Mahasiwa semester III Non Reguler Prodi Kebidanan Sutomo Surabaya

II. Tujuan

2.1 Tujuan Umum:

Setelah mengikuti diskusi kelompok tentang Pendidikan Seks Pranikah, diharapkan mahasiswa Kebidanan Sutomo Surabaya dpat mengerti dan menjelaskan tentang dampak dan kerugian seks pranikah.

2.2 Tujuan Khusus:

Setelah mengikuti iskusi kelompok tentang Pendidikan Seks Pranikah, diharapkan mahasiswa dapat :

2.2.1 Menjelaskan pengertian perilaku seksual dan seks pranikah

2.2.2 Menjelaskan aspek-aspek perilaku seksual pranikah

2.2.3 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah

2.2.4 Menjelaskan dampak dari perilaku seksual peanikah

2.2.5 Menjelaskan upaya menanggulangi seks bebas di kalangan remaja

III. Materi

3.1 Definisi pengertian perilaku seksual dan seks pranikah

3.2 Aspek-aspek perilaku seksual pranikah

3.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah

3.4 Dampak dari perilaku seksual peanikah

3.5 Upaya menanggulangi seks bebas di kalangan remaja

IV. Metode dan Media

4.1 Metode : Diskusi kelompok

4.2 Media : Leaflet dan LCD

V. Kegiatan Diskusi

No.

Topik

Waktu

Kegiatan Diskusi

Kegiatan Peserta

1.

Pembukaan

5 menit

- Memberikan leaflet

- Membuka kegiatan diskusi dan mengucapkan salam

- Menerima dan mem-baca leaflet

- Menjawab salam

2.

Pelaksanaan

30 menit

- Menyampaikan sekilas tentang materi yang akan didiskusikan tentang seks pranikah

- Membentuk kelompok menja-di 4 kelompok

- Pemandu masuk dalam kelom-pok untuk memandu jalannya kegiatan diskusi dalam kelompok tersebut

- Pemandu menunjuk ketua dan sekretaris dari kelompok tsb.

- Menyampaikan materi diskusi

- Sekretaris membuat kesimpu-lan dari kegiatan diskusi

- Ketua kelompok menyampai-kan hasil akhir dari kegiatan diskusi di depan forum

- Memperhatikan

- Peserta membentuk kelompok menjadi 4

- Kelompok sangat antusias

- Memperhatikan

- Mendengarkan

- Memperhatikan

- Peserta memperhati-kan

3.

Evaluasi

5 menit

- Pemandu diskusi kelompok mengevaluasi hasil diskusi dalam kelompoknya

- Replay materi yang telah disampaikan

4.

Penutup

5 menit

- Kesimpulan dari penyuluhan

- Evaluasi dari pemimpin diskusi

- Mengucapkan salam penutup ,mengakhiri pertemuan serta mengucapkan terima kasih

- Mendengarkan

- Mendengarkan

- Menjawab salam

VI. Kriteria Evaluasi

6.1 Evaluasi Struktur

6.1.1 Kesiapan materi

6.1.2 Kesiapan SAP

6.1.3 Kesiapan media : leaflet dan LCD

6.1.4 Peserta hadir di tempat diskusi

6.1.5 Penyelenggaraan diskusi dilaksanakan di ruang kuliah Prodi Kebidanan Sutomo - Surabaya

6.2 Evaluasi Proses

6.2.1 Fase dimulai sesuai waktu yang direncanakan

6.2.2 Peserta antusias terhadap materi diskusi yang ditandai dengan peserta menyampaikan pendapatnya.

6.2.3 Suasana menyenangkan

6.2.4 Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat diskusi sebelum diskusi selesai

6.3 Evaluasi Hasil

6.3.1 Peserta dapat mengulangi materi yang telah diberikan

6.3.2 Peserta dapat memahami tentang seks pranikah dan dampak serta kerugiannya.

VII. Sumber Buku

Wikjosastro, Hanifa. 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Yusuf, Syamsu. 2008. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: Rosda.

Willis, Sofyan. 2000 . Problema Remaja dan Pemecahannya. Bandung: Angkasa

Ramadhani, Dian. 2009. Perilaku Seks Bebas di Kalangan Remaja. [online]. Tersedia:http://shareppba.wordpress.com/ [11 Desember 2010].

VIII. Pengorganisasian

8.1 Pemimpin Diskusi

Tugas : Wiwit Putri Indah Nastiti

a. Pembawa acara

b. Membuka tanya jawab antara pemandu dan peserta yang bertanya

c. Mengatur jalannya acara yang disajikan

d. Menyajikan kesimpulan tentang topik yang telah dibahas

e. Menutup acara

8.2 Pemandu Diskusi Kelompok

Tugas : - Diah Agustianingrum Kelompok I

- Ewing Firmadani P. Kelompok II

- Irma Sari Fitriana Kelompok III

- Reza Munica Kelompok IV

a. Menyiapkan topik atau pokok yang akan dibahas

b. Menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh peserta yang bertanya




Tata Cara Berdiskusi yang Benar:

Salah satu cara memecahkan permasalahan adalah dengan berdiskusi. Dengan saling bertukar pikiran dan wawasan, permasalahan yang rumit niscaya dapat diuraikan dan pada akhirnya akan diperoleh jalan keluarnya. Proses diskusi akan berjalan secara efektif jika peserta menyadari hakikat diskusi dan memegang teguh prinsip-prinsip pelaksanaan diskusi.

Berikut ini beberapa prinsip berdiskusi yang harus diperhatikan:

1. Diskusi merupakan forum ilmiah untuk bertukar pikiran dan wawasan dalam menyikapi suatu permasalahan yang dihadapi bersama. Diskusi bukan forum untuk berbagi pengalaman (sharing), perasaan (curhat), kepentingan (musyawarah), atau ilmu kepintaran (mengajar).

2. Dalam diskusi, harus terjadi dialog atau komunikasi intelektual dan ilmiah. Dalam hal ini, harus dijauhkan unsur emosional dan mengabaikan kedekatan hubungan personal sehingga terlahir pemikiran – pemikiran yang rasional dan objektif.

3. Diskusi merupakan forum resmi, formal, dan terbuka. Oleh karena itu, proses komunikasi menggunakan bahasa nasional yang baku sehingga dapat dipahami semua kalangan dengan baik. Diskusi bukan forum kekeluargaan yang ditujukan pada kelompok terbatas.

4. Diskusi berlangsung dalam situasi yang tertib, teratur, dan terarah serta bertujuan jelas. Oleh karena itu, diperlukan adanya perangkat dan instrumen pendukung seperti ketua/moderator, notulis, dan tata tertib. Proses diskusi dikatakan hidup dan sehat jika seluruh peserta terlibat secara aktif dengan mengikuti tatanan yang ada. Sebaliknya, akan dikatakan tidak sehat jika proses bertukar pikiran didominasi oleh satu atau dua pikiran saja.

Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dalam diskusi . inti dari kegiatan diskusi adalah terjadinya proses bertukar pikran antar peserta diskusi . peserta diharap menyampaikan pendapatnya terhadap permasalahan yang di hadapi selanjutnya pendapat tersebut harus disampaikan oleh peserta lain . bermacam- macam bentuk tanggapan dapat disampaikan , misalnya dengan mempertahankan maksud dari pendapat tersebut jika dianggap belum jelas. Tanggapan juga dapat disampaikan dengan menyatakan sikap setujuatau tidak setuju/ mendukung atau tidank mendukung terhadap pendapat yang telah di kemukakan. Munculnya berbagai sikap dan pikiran dan tanggapan yg berbeda – beda itu merupakan hal yang positif dalam kegiatan berdiskusi.





MATERI DISKUSI

PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH

1. Definisi

Menurut PKBI (1981) pengertian perilaku seksual adalah segala bentuk kegiatan yang dapat memberikan penyaluran pada dorongan seksual yang dilakukan oleh dua orang yang berjenis kelamin berbedamulai dari bermesraan, bercumbu, sampai dengan berhubungan kelamin

Sarwono (2000) mengatakan bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong olehhasrat seksual dengan lawan jenis mulai dari perasaan tertarik sampai dengan tingkah laku berkencan,bercumbu sampai bersenggama. Lebih lanjut, perilaku seksual merupakan perilaku yang bersifat alami ataumanusiawi karena setiap manusia memiliki dorongan seksual dan hal tersebut normal jika dilakukan sesuaidengan norma yang berlaku.

Ditambahkan oleh Knox (dalam Aryani, 2005) bahwa perilaku seksual tidakhanya sebagai peristiwa menyatunya alat kelamin laki-laki dengan alat kelamin perempuan saja tetapi jugadiartikan sebagai komunikasi yang terjadi untuk berbagai macam alasan dan dalam konteks yang berbeda;sebelum menikah; selama menikah; di luar menikah; dan setelah menikah, tergantung pada kualitas pernikahan.Lebih lanjut, perilaku seksual merupakan salah satu media berkomunikasi yang terjadi antara laki-laki danperempuan sebagai manifestasi dari dorongan seksual. Perilaku seksual dimulai dari perasaan tertarik sampaipada akhirnya keduanya terlibat dalam hubungan seksual .

Sementara itu, dalam website e-psikologi (2007) dikatakan bahwa perilaku seksual merupakan perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahaphubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri, sedangkan perilaku seks pranikahmerupakan perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu.

Menurut Kartono (1992) perilaku seksual pranikah adalah perilaku seksual yang dilakukan sebelumadanya ikatan perkawinan yang sah. Perilaku ini dapat dikategorikan sebagai perilaku yang menyimpang, sebabperilaku seksual yang dilakukan di luar perkawinan tersebut merupakan perbuatan berzina. Norma-norma yangberlaku hanya membenarkan perilaku seksual jika sudah ada ikatan perkawinan yang sah antara dua orang yangberlawanan jenis kelamin.

Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan perilaku seksual pranikah adalah suatu perbuatan yang dapat diobservasi baik secara lansung maupun tidak langsung, yangdilakukan oleh dua individu berjenis kelamin berbeda, mulai dari berkencan, bercumbu sampai bersenggama, tetapi belum ada ikatan yang sah menurut norma, hukum, ataupun agama.

2. Aspek-aspek Perilaku Seksual Pranikah

Menurut PKBI (1998) aspek-aspek perilaku seksual pranikah adalah:

a. Bermesraan

Aspek ini mengungkap aktivitas psikologis dua individu yang berlainan jenis dalam kesamaan tujuan untuksaling berbagi rasa yang diungkap dalam kata-kata manis, pandangan mata yang mesra, namun belumsampai pada aktivitas bercumbu. Bermesraan di sini dilakukan oleh dua orang, yaitu pemuda dan pemudiyang ditandai dengan adanya ketertarikan afeksional (saling mencintai) yang telah dinyatakan di antarakeduanya, tetapi belum sampai pada tingkat pertunangan.

b. Bercumbu

Aspek ini mengungkap pendekatan-pendekatan jasmaniah yang dilakukan, seperti saling memegang,berciuman, berpelukan atau berangkulan, saling tempel alat kelamin, yang dapat membangkitkan gairahseksual, tetapi belum sampai pada hubungan kelamim.

c. Hubungan kelamin

Hubungan kelamin berarti melakukan kegiatan senggama. Hubungan kelamin adalah hubungan yangdilakukan oleh dua orang yang berbeda jenis kelamin, dengan kegiatan memasukkan penis ke dalam vaginadan masing-masing orang akan memperoleh kepuasan.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Pranikah

Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap perilaku reproduksi remaja diantaranya adalah faktor keluarga. Remaja yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah banyak diantara berasal dari keluarga yang bercerai atau pernah cerai, keluarga dengan banyak konflik dan perpecahan (Kinnaird, 2003). Hubungan orang-tua yang harmonis akan menumbuhkan kehidupan emosional yang optimal terhadap perkembangan kepribadiananak sebaliknya. Orang tua yang sering bertengkar akan menghambat komunikasi dalam keluarga, dan anak akan ³melarikan diri³ dari keluarga. Keluarga yang tidak lengkap misalnya karena perceraian, kematian dan keluarga dengan keadaan ekonomi yang kurang, dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak (Rohmahwati, 2008).

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah pada remaja paling tinggi hubungan antara orang tua dengan remaja, diikuti karena tekanan teman sebaya, religiusitas, dan eksposur media pornografi (Soetjiningsih, 2006).

Beberapa faktor lain yang mempengaruhi perilaku seksual pada remaja adalah perubahan hormonal, penundaan usia perkawinan, penyebaran informasi melalui media massa, tabu-larangan, norma-norma di masyarakat, serta pergaulan yang makin bebas antara laki-laki dan perempuan (Sarwono, 2003)

Menurut para ahli, faktor-faktor yang mempengaruhi remaja untuk berperilaku seksual pranikah yaitu:

a. Faktor fisik

Sarwono (2000) menyatakan bahwa mulai berfungsinya horrperilaku seksual semakin kuat.

b. Pengaruh orangtua

PKBI (2000) mengemukakan bahwa kurangnya komunikasi secara terbuka antara orangtua dengan remajadalam masalah seputar seksual dapat mengakibatkan munculnya perilaku seksual menyimpang. Markum(1997) menambahkan, bahwa pendidikan seks pasif (tanpa komunikasi dua arah) bisa mempengaruhi sikapserta perilaku seseorang, karena dalam pendidikan seks anak tidak cukup hanya melihat dan mendengarsekali atau dua kali, tapi harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Orangtua wajib meluruskaninformasi yang tidak benar disertai penjelasan risiko perilaku seks yang salah.

c. Pengaruh alat kontrasepsi

Menurut Sarwono (1981) dengan banyak beredarnya alat kontrasepsi secara bebas di pasaran serta mudahdiperoleh oleh siapa saja tanpa adanya batasan yang tegas, seringkali disalahgunakan oleh para remajaterutama untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

d. Pergaulan bebas

Sarwono (2000) mengatakan bahwa para remaja mempunyai banyak kebebasan dalam bergaul denganteman sebaya terutama pergaulan dengan lawan jenis. Pergaulan yang semakin bebas tanpa adanya suatupengendalian pada diri remaja dapat menimbulkan perilaku seksual pranikah.

e. Pengaruh media

Penyebaran informasi tentang masalah seksual melalui media cetak atau elektronik yang menyuguhkangambar porno, film porno, dan semua hal yang berbau pornografi, dapat menyebabkan perilaku seksual pranikah pada remaja semakin meningkat (Sarwono, 2000).

4. Dampak dari Perilaku Seks Pranikah

Perilaku seksual pranikah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada remaja, diantaranya sebagai berikut :

a. Dampak psikologis

Dampak psikologis dari perilaku seksual pranikah pada remaja diantaranya perasaan marah, takut, cemas, depresi, rendah diri, bersalah dan berdosa.

b. Dampak Fisiologis

Dampak fisiologis dari perilaku seksual pranikah tersebut diantaranya dapat menimbulkan kehamilan tidak diinginkan dan aborsi. Kehamilan pada remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan. Bahaya kehamilan pada remaja:

- Hancurnya masa depan remaja tersebut.

- Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap.

- Pasangan pengantin remaja, sebagian besar diakhiri oleh perceraian (umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu, bukan karena cinta).

- Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya.

- Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis.

- Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang, kecuali indikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat, sehingga kalau ia meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). Baik yang meminta, pelakunya maupun yang mengantar dapat dihukum.

- Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja, sering mengalami gangguan kejiwaan saat ia dewasa.

c. Dampak sosial

Dampak sosial yang timbul akibat perilaku seksual yang dilakukan sebelum saatnya antara lain dikucilkan, putus sekolah pada remaja perempuan yang hamil, dan perubahan peran menjadi ibu. Belum lagi tekanan dari masyarakat yang mencela dan

menolak keadaan tersebut (Sarwono, 2003).

d. Dampak fisik

Dampak fisik lainnya sendiri menurut Sarwono (2003) adalah berkembangnya penyakit menular seksual di kalangan remaja, dengan frekuensi penderita penyakit menular seksual (PMS) yang tertinggi antara usia 15-24 tahun. Infeksi penyakit menular seksual dapat menyebabkan kemandulan dan rasa sakit kronis serta meningkatkan risiko terkena PMS dan HIV/AIDS.

5. Upaya untuk Menanggulangi Seks Bebas di Kalangan Remaja

Orangtua sebagai penanggung jawab utama terhadap perilaku anak, harus menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dalam keluarganya. Orang tua sejak usia dini harus menanamkan dasar yang kuat pada diri anak bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya. Jika konsep hidup yang benar telah tertanam maka remaja akan memahami jati dirinya, menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya, mengerti hubungan dirinya dengan lingkungaanya. Kualitas akhlak akan terus terpupuk dengan memahami batas-batas nilai, komitmen dengan tanggung jawab bersama dalam masyarakat. Remaja akan merasa damai di rumah yang terbangun dari keterbukaan, cinta kasih, saling memahami di antara sesama keluarga. Pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan pendidik akan menghindarkan dari pergaulan bebas. Orang tua harus terus mengawasi dan mengontrol perkembangan perilaku remaja.

Serta pendidikan seks harus diberikan sejak dini agar mereka sadar bagaimana menjaga supaya organ-organ reproduksinya tetap sehat. Sebenarnya dalam masalah reproduksi ini, peran orang tua dan guru diharapkan lebih menonjol karena bagaimanapun juga mereka juga berperan sebagai filter atau penyaring bagi informasi yang akan diberikan kepada remaja, berbeda bila informasi diperoleh dari media masa yang sering kali tanpa penyaringan terlebih dahulu. Dalam upaya pemberian informasi mengenai masalah reproduksi bagi remaja, khususnya di sekolah, perlu peran guru ditingkatkan. Untuk itu ingin diketahui seberapa jauh pengetahuan guru, khususnya guru bimbingan dan konseling. Diharapkan guru Bimbingan dan Konseling nantinya dapat berperan sebagai nara sumber di sekolah (tempat kerja) dan memberikan informasi yang benar mengenai hal-hal tersebut. Serta diadakan konseling seksualitas remaja.

Ada beberapa solusi, di antaranya, pertama, membuat regulasi yang dapat melindungi anak-anak dari tontonan yang tidak mendidik. Perlu dibuat aturan perfilman yang memihak kepada pembinaan moral bangsa. Oleh karena itu Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) harus segera disahkan.

Kedua, orangtua sebagai penanggung jawab utama terhadap kemuliaan perilaku anak, harus menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dalam keluarganya. Kondisi rumah tangga harus dibenahi sedemikian rupa supaya anak betah dan kerasan di rumah.

Berikut petunjuk-petunjuk praktis yang diberikan Stanley Coopersmith (peneliti pendidikan anak), kepada orangtua dalam mendidik dan membina anak. Pertama, kembangkan komunikasi dengan anak yang bersifat suportif. Komunikasi ini ditandai lima kualitas; openness, empathy, supportiveness, positivenes, dan equality. Kedua, tunjukkanlah penghargaan secara terbuka. Hindari kritik. Jika terpaksa, kritik itu harus disampaikan tanpa mempermalukan anak dan harus ditunjang dengan argumentasi yang masuk akal.

Ketiga, latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya. Orangtua harus membiasakan diri bernegosiasi dengan anak-anaknya tentang ekspektasi perilaku dari kedua belah pihak. Keempat, ketahuilah bahwa walaupun saran-saran di sini berkenaan dengan pengembangan harga diri, semuanya mempunyai kaitan erat dengan pengembangan intelektual. Proses belajar biasa efektif dalam lingkungan yang mengembangkan harga diri. Intinya, hanya apabila harga diri anak-anak dihargai, potensi intelektual dan kemandirian mereka dapat dikembangkan.

Selain petunjuk yang diberikan Stanley di atas, keteladanan orangtua juga merupakan faktor penting dalam menyelamatkan moral anak. Orangtua yang gagal memberikan teladan yang baik kepada anaknya, umumnya akan menjumpai anaknya dalam kemerosotan moral dalam berperilaku

17 Oktober 2009

SEJARAH PERKEMBANGAN KEBIDANAN DI AUSTRALIA


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillaahirabbil’alaamiin, puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat limpahan rahmat, karunia dan hidayahNya-lah kami dapat menyelesaikan makalah “SEJARAH KEBIDANAN DI AUSTRALIA” ini.

Selain bertujuan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah KONSEP KEBIDANAN, makalah ini juga disusun dengan maksud agar pembaca dapat memperluas ilmu dan pengetahuan tentang Sejarah Kebidanan di Luar Negeri terutama di Negara Australia.

Makalah ini memuat tentang sejarah berkembangnya kebidanan di negara Australia. Mulai dari awal mula munculnya bidan, perkembangan pendidikan kebidanan, sampai dengan penerapan penelitian ke dalam praktek kebidanan. Perkembangan ini terjadi mulai beberapa puluh / ratusan tahun lalu hingga saat ini.

Kami juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ibu Miatuningsih, DipMW, SPd selaku Dosen Mata Kuliah Konsep Kebidanan yang telah membimbing kami. Tak lupa pula ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.

Kritik dan saran selalu kami harapkan demi penyempurnaan makalah-makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca dan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Surabaya , 1 Oktober 2009
Tim Penyusun




DAFTAR ISI


Kata Pengantar
Daftar Isi


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pendidikan Kebidanan
2.2 Masalah Profesional
2.3 Pengembangan Profesi Bidan
2.4 Masalah Regional
2.5 Penerapan Penelitian ke Dalam Praktek

BAB 3
KESIMPULAN

Daftar Pustaka





BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan nasional maupun internasional terjadi begitu cepat. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dipahami oleh petugas kesehatan khususnya bidan yang bertugas sebagai bidan pendidik maupun bidan di pelayanan.
Salah satu faktor yang menyebabkan terus berkembangnya pelayanan dan pendidikan kebidanan adalah masih tingginya mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin, khususnya di negara berkembang dan di negara miskin yaitu sekitar 25-50%.
Mengingat hal diatas, maka penting bagi bidan untuk mengetahui sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan karena bidan sebagai tenaga terdepan dan utama dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi diberbagai catatan pelayanan wajib mengikuti perkembangan IPTEK dan menambah ilmu pengetahuannya melalui pendidikan formal atau non formal dan bidan berhak atas kesempatan untuk meningkatkan diri baik melalui pendidikan maupun pelatihan serta meningkatkan jenjang karir dan jabatan yang sesuai.


1.2 TUJUAN
Mempelajari dan memahami sejarah perkembangan pelayanan dan pendidikan kebidanan yang terjadi dalam lingkup Internasional khususnya di negara Australia





BAB II
PEMBAHASAN


Florence Nightingale adalah pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19. Tahun 1824 kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia dimulai pada tahun 1862. Lulusan itu dibekali dengan pengethuan teori dan praktek. Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai tahun 1893, dan sejak tahun 1899 hanya bidan sekaligus perawat yang terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit.
Sebagian besar wanita yang melahirkan tidak di rawat dengan selayaknya oleh masyarakat. Ketidakseimbangan seksual dan moral di Australia telah membuat prostitusi berkembang dengan cepat. Hal ini menyebabkan banyak wanita hamil di luar nikah dan jarang mereka dapat memperoleh pelayanan dari bidan atau dokter karena pengaruh sosial mereka atau pada komunitas yang terbatas.
Pada dasarnya Australia sudah pada titik perubahan terbesar pada pendidikan kebidanan, sistem ini menunjukkan bahwa seorang bidan adalah seorang perawat yang teregistrasi dengan kualifikasi kebidanan. Konsekuensinya, banyak bidan-bidan yang telah mengikuti pelatihan di Amerika dan Eropa tidak dapat mendasar tanpa pelatihan perawatan. Siswa-siswa yang mengikuti pelatihan kebidanan pertama kali harus terdafatar sebagai perawat.
Kebidanan swasta di Australia berada pada titik awal kritis pada tahun 1990 berjuang untuk bertahan pada waktu perubahan besar. Profesi keperawatan di Australia menolak hak bidan sebagai identitas profesi yang terpisah. Dengan kekuatan penuh, bidan-bidan yang sedikit militan tersupport untuk mencapai kembali hak-hak wewenang mereka dalam melakukan pertolongan persalinan.
Pendidikan kebidanan di Australia terpengaruh oleh model kolonialisme Inggris terhadap penerimaan pendidikan perawat. Tidak ada perawat tanpa kebidanan dan kebidanan tanpa keperawatan.
Mulai tahun 1990 ada kebidanan direct entry dimana memisahkan pendidikan kebidanan dan keperawatan. Pendidikan bidan di Australia dimulai dengan Basic perawat ditambah 2 tahun.
Sejak tahun 2000 telah dibuka University of Technology of Sidney yaitu S2 (Doctor of Midwifery).

2.1 Pendidikan Kebidanan
Kebidanan di Australia telah mengalami perkembangan yang pesat sejak 10 tahun terakhir. Dasar pendidikan telah berubah dari traditional hospital base programme menjadi tertiary course of studies menyesuaikan kebutuhan pelayanan dari masyarakat. Tidak semua institusi pendidikan kebidanan di Australia telah melaksanakan perubahan ini, beberapa masih menggunakan program pendidikan yang berorientasi pada rumah sakit. Kurikulum pendidikan disusun oleh staf akademik berdasarkan pada keahlian dan pengalaman mereka di lapangan kebidanan.
Kekurangan yang dapat dilihat dari pendidikan kebidanan di Australia hampir sama dengan pelaksanaan pendidikan bidan di Indonesia. Belum ada persamaan persepsi mengenai pengimplemen-tasian kurikulum pada masing-masing institusi, sehingga lulusan bidan mempunyai kompetensi klinik yang berbeda tergantung pada institusi pendidikannya. Hal ini ditambah dengan kurangnya kebijaksanaan formal dan tidak adanya standar nasional menurut National Review of Nurse Education 1994, tidak ada direct entry.
Pada tahun 1913 sebanyak 30% persalinan ditolong oleh Bidan. Meskipun ada peningkatan jumlah dokter yang menangani persalinan antara tahun 1900 sampai 1940, tidak ada penurunan yang berarti pada angka kematian ibu dan bidanlah yang selalu disalahkan akan hal itu. Kenyataannya wanita jelas menengah ke atas yang ditangani oleh dokter dalam persalinannya mempunyai resiko infeksi yang lebih besar daripada wanita miskin yang ditangani oleh Bidan.

2.2 Masalah Profesional
Tugas pertama yang sulit adalah meneliti kembali nama bidan itu sendiri, itu tidak sama dengan ketika latihan dalam praktek kebidanan. Bidan sangat penting di pelayanan kesehatan sejak Perang Dunia II dan proporsi yang besar di rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan untuk daerah sekitar rumah sakit tersebut. Peningkatan rumah sakit dan persatuan perawat dan peningkatan ahli kebidanan yang lebih menekankan pada teknologi menyebabkan mundurnya kebidanan. Tapi situasi itu berakhir pada saat Amerika Utara menilai kepemimpinan perawat dan kepemimpinan bidan yang memutuskan bahwa bidan berhak mendapat penghargaan pertama dan penghargaan kedua diberikan kepada keperawatan. Penghargaan itu sangat penting untuk peningkatan profesi kebidanan.
Kita tahu di beberapa negara mengkombinasikan keperawatan dan kebidanan dalam seorang tenaga kesehatan, hal itu terjadi di pulau kecil. Pelatihan klinik sekarang semakin baik menuju standar internasional sedikit lebih baik daripada masa yang lalu.

2.3 Pengembangan Profesi Bidan
Pemerintah melihat adanya peningkatan kebidanan dengan pemberian asuhan yang bermanfaat. Shearman Report (NSWI, 1989) telah menemukan cara awal untuk mengatur strategi perawatan yang berkesinambungan. Having a baby in Victoria (Depkes Viktoria, 1990) melaporkan sebuah revie pelayanan kesehatan di Viktoria yang dibutuhkan pada orientasi pelayanan kesehatan pada wanita dan keluarga, maksudnya pemeliharaan kesehatan yang lebih baik. “Perawatan efektif pada kelahiran” CNH dan MRC, 1996 menyimpulkan bahwa perawatan yang berkesinambungan akan menjadi tujuan perawatan kesehatan ibu.

2.4 Masalah Regional
Negara tetangga Australia yaitu Papua Nugini, Pulau Solomon memiliki angka kematian yang sangat tinggi. Rosaline Lapar, seorang pemenang piagam Maria Gibran pada ICM di Oslo yang sekarang sedang berada di Universitas Teknologi Sidney menunjukkan sebuah video yang digunakan untuk melatih asisten bidan di desa dengan cara ibu berbaring setelah melahirkan kepala dan bahu, dan melahirkan plasenta dengan menarik tali pusat secara terkendali. Cara ini banyak diakui oleh negara bagian Barat yang mengatakan hal ini tidak hanya berbeda dari biasanya untuk pendidikan bidan di Australia.
Mahasiswa kebidanan harus menjadi perawat dahulu sebelum mengikuti pendidikan bidan sebab di Australia, kebidanan masih menjadi sub spesialisasi dalam keperawatan (maternal and child helath). Didalamnya termasuk pendidikan tentang keluarga berencana, kesehatan wanita, perawatan ginekologi, perawatan anak, kesehatan anak dan keluarga, serta kesehatan neonatus dan remaja. Adanya peraturan ini semakin mempersempit peran dan ruang kerja bidan.
Literatur yang tersedia bagi mahasiswa kebidanan masih kurang. Kurikulum yang ada dirasakan hanya sesuai untuk mahasiswa pemula atau menengah saja, sehingga kadang-kadang mahasiswa yang telah terlatih di keperawatan kebidanan diberikan porsi yang sama seperti pemula atau sebaliknya. Mahasiswa yang sebelumnya telah mendapatkan pendidikan kebidanan di keperawatan akan membawa konsep “sakit”. Transisi dari filosofi “sakit” ke filosofi “sehat” dalam kebidanan sedikit banyak menyulitkan mahasiswa.
Beberapa tahun setelah Australia mengadakan pelatihan kebidanan, datang para pendidik yang membuka universitas yang memiliki cara tersendiri untuk menghasilkan tenaga yang berkualitas. Pada waktu yang sama pemerintah mendukung bidan dalam memperluas peran mereka. Luasnya pengalaman klinik cukup diterima masyarakat di beberapa tempat tetapi juga mengurangi resiko yang akan terjadi. Satu hal lagi yang perlu diketahui bahwa persalinan di desa tersebut, ibu berbaring di daun pisang yang bersih atau sprei.
Di negara Barat terdapat peraturan dimana wanita melahirkan tidak boleh ditemani oleh keluarganya, tetapi ada beberapa negara yang menganggap peraturan ini tidak efektif dan mengatakan bahwa ibu bersalin perlu ditemani oleh suami atau anggota keluarganya.

2.5 Penerapan Penelitian Kedalam Praktek
Akhir dari masalah bidan di kawasan ini adalah penerapan penelitian ke dalam praktek, misalnya pada video yang digunakan di Papua Nugini yang berisi anjuran kepada bidan untuk meninggalkan tradisi mereka dan memandang pada fakta-fakta yang ada.
Keberadaan bidan di negara ini masih dipertanyakan karena adanya pengaruh medicalisasi. Perawat kebidanan tidak boleh menolong persalinan.
Pendidikan kebidanan di Australia setingkat Universitas, mahasiswanya berasal dari lulusan degree perawat dan 2 tahun bidan, sedangkan pada tingkat direct entry, masih sering dipertanyakan oleh perawat.




BAB III
KESIMPULAN


Sejarah singkat kebidanan di Australia dapat disimpulkan sebagai berikut:
Florence Nightingale : Pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19
Tahun 1824 : Kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia, kebidanan masih didominasi oleh profesi dokter.
Tahun 1862 : Pendidikan bidan pertama kali di Australia dimulai. Lulusan itu dibekali dengan pengetahuan teori dan praktek.
Tahun 1893 : Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai
Tahun 1899 : Hanya bidan sekaligus perawat yang telah terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit.
Tahun 1990 : Mulai ada kebidanan direct entry dimana memisahkan pendidikan kebidanan dan keperawatan. Pendidikan bidan di Australia dimulai dengan Basic perawat ditambah 2 tahun.
Tahun 2000 : Telah dibuka University of Technology of Sidney yaitu S2 (Doctor of Midwifery).









DAFTAR PUSTAKA



Hidayat, Asri dkk . 2008 . Catatan Kuliah Konsep Kebidanan Plus Materi Bidan Delima . Yogyakarta : Mitra Cendikia Press

Soepardan, Suryani . 2007 . Konsep Kebidanan . Penerbit Buku Kedokteran EGC

Purwandari, Atik . 2008. Konsep Kebidanan: Sejarah & Profesionalisme

http://mamah-alvito.blogspot.com/2009/01/sejarah-kebidanan.html

29 Agustus 2009

MARS & HYMNE POLTEKKES KEMENKES SURABAYA



MARS POLTEKKES KEMENKES SURABAYA


Politeknik Kesehatan Surabaya almamaterku yang kucintai

Bersatu padulah kita semua menggapai esok penuh harapan

Satukanlah irama langkah kita tuk menggapai cita-cita bangsa

Menuju Masyarakat Indonesia adil dan makmur sehat sejahtera


Reff: Dengarlah panggilan ibu pertiwi tuk membangun bangsa dan negara

Janganlah takut daan janganlah bimbang kobarkanlah semangat patriot

Di bawah panji Poltekkes Surabaya kita mengabdi tanpa pamrih

Dalam naungan Tuhan Yang Maha Kuasa Poltekkes Surabaya tetap jaya


Terima kasih kuucapkan padamu almamaterku yang kucintai

Atas jasamu para guruku yang t'lah membrikan pengetahuan

Takkan pernah ingkar janji sumpah kami sebagai tenaga kesehatan

Membangun masyarakat Indonesia adil dan makmur sehat sejahtera


back to reff



HYMNE POLTEKKES KEMENKES SURABAYA


Seberkas sinar menebar cahyasiap terangi jalan panjangku

Dengan abdikan jiwa ragaku menjunjung cita-cita luhurnya

Menjadi kader penerus bangssa dengan tingkatkan pelayananmu

Menuju bangsa sehat sejahtera sebagai bakti bagi negeriku


Reff: Sentuhlah dengan memberi kasih murni bersatu padu tingkatkan prestasi

Kobarkankan semangatmu bulatkan tekat di bawah panji kita Poltekkes Surabaya




MARS HIDUP SEHAT


Tiada yang lebih berharga dari nikmat hidup sehat

Sehat jasmani sehat rohani kunci hidup bahagia

Meski kaya terhormat mulia tapi pasti menderita

Jika penyakit musuh utama selalu menggoda


Reff: Bina hidup sehat diri dan keluarga

Bina lingkungan sehat masyarakat sentosa


Hidup sehat modal utama bagi pembangunan semesta

Sehat sejahtra makmur merata berdasa Pancasila

31 Juli 2009

akbiD Soetomo : I'M COMING



... SUBHANALLAH ... ... ALHAMDULILLAH ...


Itu ucapan syukur yang gag akan pernah lupa Qucapkan,.


Allah sungguh Maha Kuasa, Allah Maha Besar,


Q telah merasakan anugrah n keajaiban yang luar biasa,.


Akhirnya Q bisa masuG di AkbiD SOETOMO yang selama ini aku impi-impikan,.


Padahal rasanya sungguh mustahiL Q bisa lulus uji tulis untuk masuk di sana,.


Tapi Allah telah menunjukkan kuasaNya padaQ,.


Apa yg Qanggap tak mungkin terjadi ternyata bisa terjadi,.
Terima Kasih Ya Allahh
Tinggal tunggu tanggal 10,, udah OSPEK
Hmmm,,, mudah-mudahan sangat lancarrr,.
Aaaamiiin











Get FREE Smileys today!

16 Juni 2009

Berjuan9 4 5NMPTN 2009/2010


http://www.emocutez.comCARI TEMPAT KULIAHAN??http://www.emocutez.com


Berbagae usaha aku lakukan. Ikudt intensif ampe korosif,. Sejao apapUn tmpadtNa no problemo? Sesering apapun frekuanSinya? NEVER MIND! Cuma PP Sidoarjo-Krian kok, bLm ampe China. MasIh Snen ampe Sabtu., Blm ampe seTiap harii,,.Take it enjoy aja.

PerjuanganDt tag kenaL leTiH,, Lelah,, Linu,, CaPegg, Tag peduLi pula panas, hujan, gag jeLaz,.

http://www.emocutez.com

perjuangaaaan!!HanYa demi masa DePan,, It just 4 my future, 4 my parent, 4 myself, 4 everybody who loves me {always give me support} -THANKZ 4 oL op U oL- . Everything, will be OK!

{Hahahaha,,,http://www.emocutez.com It just opening}

OKE! I'll StaRt telling my struggle StoRy.

ActuaLly,, It's about my struggle boeat ngdaPetin bangku perguruan tinGgi. It can't be said "EASY". Why?

Coz perjuangaNd panjAaaaaan9 en hampir ngbuat Aqgu pataH semangadt, Down, alian PUTUS ASA ini bner2 menguras pikiranQ.

Pertama, OPTIMISme tinggi donk, q bisa masuG PTN (red:UNAIR) lewadt jalur PMDK prestasi. It's started when Q dapet rangking ke3 di kelaz paz 5th semester kmaren. Of corse, I felt so happy., Cz syarat ikuDt PMDK prestasi UNAIR, musti dapet peringkat 1-5 d smt.5,. Hmmm,,,langkah awaL ikudtan PMDK JaPres UNAIR terbuka nich..

--Knapa yach drtd kok UNAIR teuz? "Iyya donk,, cz impianQ bisa maSug UNAIR gt lo" --

Ga' cuma terpaku di UNAIR doank tapii, mumpung kesempatan lebar, Aqgu juga ikUdtan PMDK di UNESA. PikiranQ terkuras habis disini. Belajar mati-matian buat persiapan iniy,, padahaL dah dket2 UNAS, ampe kgg kepikirandt. Yaaaa, PENDIDIKAN MATEMATIKA. Mungkin aQ salah ambiL langkah AwaL niy. Udah tau peminatnya berjuta-juta ---sbenernyaGAsampeJUTAANjugaSICH,cuma700anKOK,hhee--- n yang diambiL cuma 20anaG.Itupun,16diantaranya udah dipeseN orang jatahNya. 700anaG memperebutkan juZt 4kuRsi, just image it by yourself. AlamaT gagaL sudah di langkah awaL pembukaan usahaQ. But I think, maybe it (UNESA) is not my mate. ''There is UNAIR waited me,'' I think. Walaopun semapt doWn aQ saat ituuu,,.

Langkah kedua,,http://www.emocutez.com

AbiZ UNAS keLar,, langsung de Q ngurusin buat PMDK jaPres UNAIR yang dah lammaaa bgEd Q tunggu2. AwaLnya pengeen bGt amBil KBIDANAN, tapi sayang cuma 5kursi yang tersedia. Akhirna amBiL FKG ma KesMas dech. Qpikir kesempatanKu bakaL lebiH besar disini,. HarapanQ bner-bner dah NOTOG deh, POL POL'an pkokE. Untuk kali kEdua, pikiranKu dikuras lagi demi menghadapi Tes lagi,.

Tiba saaDtnya pengumumanDt. Jantung nderedeg (baca:deg-deg'an) tak karuan. Berharap seharap-harapnya agaR aQgu ga' gagaL lagi kali ini. Pelan-PeLan Qbuka website tempat pengumuman tertera, Qketik pelan-pelan nomor ujianQ,,,dan apa hasilnya?

ALHAMDULILLAAAAAHHHH.

.

.

.

.

.

.

.

http://www.emocutez.comMAAF ANDA BELUM BERUNTUNG

Seperti itu lah ibarat kata-kata kaLo kalah LOTERE. Tuh khan, Lagi-lagi Aq kcewa,,..

Kecewa oooooo Ku Kecewaaaaa,,

Hahahaha,.http://www.emocutez.com

Air mata tak tertahankan lagi. SAKIiiiiiii.....iiiDT. 2x pikiran terkuras, 2x pula sia-sia. Seperti yang Qbilang tadi, hampir Aq putus asa n tag mau berusaha apa-apa lagi. Tapi untung aja, ada BearQ (baca:kekasihQ), akanG ABIEqhttp://www.emocutez.com tercinta ---hahaha--- yang selalu setia di sampingQ n kembaLi menyalakan bara semangatQ. BANGKIIIIIITTTT,,, SEMANGAAAAAATTTT. Itu pesanNa di kala Q gagaL waktu itu..

OrangTuaQ juga sama haLnya, tak ada henti-hentinya menyemangatiQ.Mungkin memang benar, bukan itu jaLanQ. ALLAH telah merencanakan haL yang lebih IndaH lewat Jalan yang lebih mudah. INSYAALLAH. Itu kata orang-orang yang selalu men-supportQ.

OKE, BANGKIT lagi lah.Banyak jalan menuju Roma. Itulah kata para PujanGga.

Sekarang, perdjoeangan telah dimoelai kembaLi.SedjaK 1boeLan laloe, Akoe Ikoedt intensif SNMPTN di GO, SidoarDjo. DjaduaL jang amaDt sangaDt PadaDt. Tag aPpah-appah.

DEMI

en 7anKoe seLandjuDtnja adaLah,,

POLTEKKES DEPKES SURABAYA

AKBID SOETOMO

{Waaaahttp://www.emocutez.comaawwww}

Mimpi kali Yeee,,, Moengkin itoe komentar yang tepat boeatQ.

Tapi tidag apa2, kata iklannya "KOKAKOLA ZERO" : anything's possible.

Ttep semangatd. Walaoupunt peminatnya djuga buanjak {apalagi banjak yg lewaDt jaLur belakaNG}-- tapi Q ttep berusaha. Kata MaMiKoe,, jang pentung USAHA. Perkara diterima/tidagNya, ALLAH SWT sudah menentukan. Qt sebagae manusia hanya berusaha dan berdoa..

Hmmmmmm.....That's right..

Ngomong-2 soal tes,, Q kan juga ikuDt SNMPTN!

Ttep UNAIR impianQ..

Wezt capeG banyak omong. Sampe sini ae CritaQ saaDt iniyyy,,

DOAIN AQQu iaaaa

Seee Yuuuu

http://www.emocutez.com